Cara Membuat Esai Yang Baik Dan Benar

Cara Membuat Esai Yang Baik Dan Benar

Futatsunonamae –┬áSobat academia.co.id pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah bijak kan? Istilah ini biasa kamu dengar saat mengambil pelajaran bahasa Indonesia. Karena dalam kursus bahasa Indonesia salah satu hal yang dipelajari adalah bagaimana membuat karangan yang baik dan benar. Dalam dunia penulisan, penulisan esai termasuk dalam jenis esai non fiksi.

Untuk membuat sebuah essay / essay yang bagus ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan diikuti. Dalam hal apapun, kami belajar bersama.

Apa itu esai?

Berdasarkan KBBI, esai adalah esai prosa yang membahas suatu masalah yang lewat dari sudut pandang pribadi pengarang. Artinya, esai tersebut merupakan esai non fiksi yang membahas topik tertentu, seperti kesehatan, lingkungan, budaya, atau masalah lainnya. Dan ambil sudut pandang penulis bertindak sebagai pengamat suatu fenomena.

Secara sederhana, esai dapat dipahami sebagai sebuah opini yang membahas masalah faktual dan nyata yang menarik perhatian penulis. Penulisan esai dilakukan dengan tujuan untuk meyakinkan pembaca tentang pendapat atau penilaian penulis tentang suatu kondisi, fenomena, masalah atau objek tertentu.

Jenis Esai

Secara umum Esai dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Esai informal adalah tulisan yang tidak terlalu ilmiah jika menggunakan frasa esai. Contoh esai informal adalah menulis opini yang dapat Anda temukan di berbagai media seperti koran, majalah dan blog, website.
  • Esai formal adalah tulisan yang menggunakan esai ilmiah dan bersifat serius. Contoh esai formal adalah esai ilmiah atau jurnal penelitian. Anda dapat menemukan jenis esai ini di web beberapa kampus atau situs web yang secara khusus berisi jurnal penelitian investigasi.

Ciri Ciri Esai

Sebuah karya tulis dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara, dan masing-masing bentuk tersebut memiliki ciri khas tersendiri yang membuatnya berbeda satu sama lain. Untuk tes itu sendiri, berikut adalah karakteristiknya.

  • Bentuknya relatif pendek dan dapat dibaca dalam waktu singkat. Tapi tetap solid dan jelas saat membuat fenomena;
  • Berisi pendapat, sudut pandang, argumentasi, sikap dan pemikiran penulis sendiri yang menilai suatu kondisi atau fenomena;
  • Ini cenderung subjektif

Struktur Esai Yang Benar

Selain ciri-ciri tersebut di atas, sebuah karangan juga dapat dikenali melalui strukturnya, yaitu sebagai berikut.

1. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bagian pembuka dari esai yang berisi penjelasan atau alasan tertentu di balik masalah yang diajukan penulis.

2. Konten / Diskusi

Isi / pembahasan merupakan bagian sentral dari sebuah karangan yang membahas secara detail suatu topik atau fenomena termasuk hasil analisis dari observasi yang telah dilakukan, serta sudut pandang subjektif pengarang.

3. Penutupan / Kesimpulan

Penutupan atau kesimpulan merupakan bagian terakhir dari sebuah karangan yang berisi kesimpulan yang bisa penulis peroleh dari observasi yang telah dilakukan.

Dan itu adalah struktur umum yang digunakan saat menulis atau membuat esai. Untuk esai formal atau ilmiah, penulis biasanya harus menyertakan daftar pustaka atau referensi.

Langkah-langkah membuat esai

1. Tentukan topiknya

Sebelum Anda mulai menulis esai, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan topik yang akan Anda bicarakan.

2. Buat kerangka esai

Setelah Anda memiliki topik, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah membuat garis besar untuk esai tersebut. Garis besar ini akan membantu Anda mengatur informasi dalam esai Anda agar konsisten dan memiliki urutan yang jelas.

3. Melakukan observasi

Langkah ketiga adalah observasi, pada fase ini Anda harus mengumpulkan informasi terkait topik yang telah Anda pilih. Agar lebih mudah, Anda bisa membuat checklist struktur esai yang Anda buat sebelumnya. Untuk memudahkan penentuan informasi yang dibutuhkan untuk esai yang sedang Anda tulis.

4. Esai tertulis

Setelah menyelesaikan 3 langkah awal ini, langkah selanjutnya adalah menuliskannya.

5. Menulis kesimpulan esai

Saat menulis kesimpulan, hal yang harus diperhatikan bukanlah pengulangan dari uraian yang telah dibuat pada bab sebelumnya dan tidak termasuk hal-hal baru yang memerlukan pembahasan lebih lanjut.

6. Membaca kembali

Setelah menulis esai, langkah terakhir yang perlu Anda lakukan adalah membaca kembali tulisan yang Anda buat. Pastikan tidak ada kata yang salah atau frasa ambigu yang membuat informasi yang Anda tulis menjadi kurang jelas.

7. Referensi penulisan

Jika sudah menyelesaikan semua langkah, langkah terakhir adalah menuliskan referensi atau sumber informasi yang Anda gunakan untuk menyusun esai.