Macam – Macam Sistem MLM

Macam – Macam Sistem MLM

Futatsunonamae – Pengertian Multi Level Marketing atau disingkat MLM adalah sistem pemasaran modern melalui jaringan distribusi yang dibangun secara permanen dengan memposisikan pelanggan serta staf pemasaran. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa Multi Level Marketing adalah pemasaran melalui jaringan distribusi yang dibangun dengan konsumen (pelanggan) yang menjanjikan serta staf pemasaran. Secara garis besar jenis-jenis MLM antara lain sebagai berikut:

1. Sistem rencana biner

Sistem Binary Plan ini memprioritaskan pengembangan jaringan hanya untuk dua leg dan mengutamakan keseimbangan jaringan. Semakin seimbang jaringan dan omset bisnis dalam bisnis MLM seperti ini, semakin besar bonusnya. Namun, jika tidak diimbangi, bonus ini akan mengalir deras ke perusahaan. Biasanya sistem Binary Plan ini dijalankan oleh perusahaan MLM yang diproduksi oleh orang Indonesia. Biasanya, perkembangan jaringan perdagangan dengan sistem Binary Plan relatif cepat. Rekannya dengan cepat mendapatkan bonus besar. Agar lebih mudah mendapatkan uang, rekanan perusahaan seperti ini menerapkan aturan mendapatkan uang sebagai bonus rekrutmen rekanan yang mereka undang (bonus sponsorship). Artinya mereka berdagang dengan cara yang halus seperti perdagangan manusia (perdagangan).

Sistem ini biasanya menawarkan bonus yang besar di awal karir karena sangat mudah untuk menjalankan bisnis MLM biner ini. Faktanya, sistem biner ini membuat kesimpulan bahwa penerima manfaat adalah mitra yang bergabung di awal. Oleh karena itu, MLM dengan sistem ini tidak pernah mendapatkan sertifikasi syariah untuk sistem tersebut. Di perusahaan seperti itu, biasanya juga memungkinkan seseorang untuk membeli posisi tertentu sehingga seseorang dapat mencapai peringkat tertentu tanpa melakukannya. Mungkin juga seseorang memiliki posisi yang berbeda di bawah satu nama sendiri.

2. Sistem matriks

Sistem matriks ini, pengembangan jaringan, menggunakan konsep hanya 3 garis depan, begitu juga mode berikut. Jenis sistem ini tampaknya mengungguli sistem biner yang dianggap sebagai permainan uang. Sistem pengembangan jaringan ini lebih mengutamakan keluasan. Semakin banyak garis depan, semakin besar bonus yang Anda terima. Tetapi sisi negatifnya adalah seorang agen harus mengurus semuanya sendiri. Dengan sistem ini, garis garis bisa melebihi upline-nya. Bonus yang didapat rekannya biasanya kecil di awal dan besar di atas. Karena bonus keanggotaan kecil pada awal karir mereka, perusahaan seperti itu biasanya mengandalkan bonus perekrutan.

Kami mengetahui sistem pemasaran rencana bisnis yang ditawarkan perusahaan, serta keyakinan akan kemungkinan keberhasilan yang dapat dicapai dengan menyetujui semua syarat dan ketentuan. Pekerjaan untuk meningkatkan bisnis MLM yang kita pilih dapat diarahkan dengan lebih baik.

Cara kerja multilevel marketing

MLM menjual atau memasarkan langsung suatu produk berupa barang atau jasa konsumen, sehingga biaya distribusi barang yang dijual atau dipasarkan sangat rendah bahkan sampai nol yang artinya biaya distribusi tidak diperlukan dalam bisnis MLM ini. MLM juga menghilangkan biaya promosi barang yang akan dijual karena distribusi dan promosi ditangani langsung oleh distributor kelas bawah. Mekanisme operasional dalam MLM ini adalah seorang distributor dapat mengundang orang lain untuk bergabung menjadi distributor, kemudian orang lain tersebut juga dapat mengundang orang lain untuk bergabung. Dan seterusnya, setiap orang yang diundang dan bergabung adalah grup distribusi yang bebas mengundang orang lain pada level yang tidak terbatas. Inilah salah satu perbedaan MLM dengan distribusi konvensional yang berada pada satu level.

Dalam distribusi konvensional, seorang agen mengundang beberapa orang untuk bergabung dalam grupnya menjadi seorang wiraniaga atau juga menjadi seorang ‘wiraniaga’. Dalam sistem satu tingkat ini, para vendor meskipun mengundang teman-temannya hanyalah perujuk yang tidak berada di bawah koordinasi mereka sebagai sebuah organisasi, tetapi terpisah satu sama lain. Mereka setara satu sama lain sebagai distributor. Di MLM, ada elemen layanan. Hal ini terlihat pada seorang distributor yang menjual barang yang bukan miliknya, dan mendapat upah dari persentase harga barang tersebut. Jika ia juga bisa menjual barang sesuai target yang ditetapkan, ia mendapat bonus yang ditetapkan perusahaan.

Contoh perusahaan MLM yang sedang prospek adalah Forever Healthy Indonesia