Inovasi Teknologi Di Film yang Sudah Ada Sejak Lama

Inovasi Teknologi di Film yang Sudah Ada Sejak Lama

Futatsunonamae – Penggunaan teknologi canggih seperti CGI sudah tidak asing lagi di industri film Hollywood. Faktanya, beberapa film Indonesia menggunakan teknologi yang sama.

Jika digunakan dengan benar, teknologi ini dapat membuat video yang dihasilkan terlihat lebih realistik dan tampilan visual yang lebih memuaskan.

Meski terlihat baru, ternyata beberapa inovasi sinematik yang pernah Anda lihat telah digunakan selama puluhan tahun, bahkan ratusan tahun yang lalu.

Masih belum percaya, geng? Jika iya, simak penjelasan Majapahit Teknologi di bawah ini.

Beberapa inovasi berikut mengubah industri film dalam skala besar dan membantu mewujudkan imajinasi sutradara.

Sayangnya, film-film yang sebelumnya diuntungkan dari inovasi ini kurang mendapatkan pengakuan yang memadai, karena tidak sekeren film blockbuster yang juga menggunakan teknologi yang sama.

Berikut ini beberapa inovasi film yang memang sudah ada sejak lama, jauh sebelum franchise film ternama menggunakannya dalam film produksinya.

1. Menangkap kinerja

Salah satu aktor yang paling banyak menggunakan teknologi ini adalah Andy Serkis dalam peran Gollum, King Kong dan Caesar. Belum lagi, banyak karakter seperti Avatar dan Thanos juga terekam menggunakan Performance Capture.

Namun jauh sebelum mereka, teknologi ini diterapkan pada Ahmed Best, yang memerankan Jar Jar Binks dalam trilogi Star Wars.

Meski tidak secanggih sekarang, Star Wars telah memelopori sejarah perekaman kinerja di industri film Hollywood.

2. Perubahan wajah digital

Ada banyak film yang menggunakan teknologi CGI untuk mengganti wajah pemeran pengganti dengan wajah tokoh utama agar terlihat lebih meyakinkan.

Teknologi ini rupanya telah digunakan sejak produksi Jurassic Park’s Best Dinosaur Movie (1993).

Dalam adegan dimana Lex (Ariana Richards) jatuh dan tergantung dari ventilasi, stuntman yang menggantikannya secara tidak sengaja melihat ke arah kamera.

Karena tidak ada waktu untuk syuting lagi, Steven Spielberg, sebagai sutradara, memutuskan untuk “merekatkan” wajah Richards ke tubuh pemeran pengganti menggunakan efek visual.

3. Waktu peluru

Ingat adegan dari film kultus di mana Neo (Keanu Reeves) menghindari serangkaian peluru di atas sebuah bangunan di The Matrix (1993)? Ternyata film ini bukan yang pertama menggunakan teknologi Bullet Time.

Bisa juga disebut efek gerak lambat, penggunaannya sudah diketahui dari film Jumanji (1995), di mana Van Pelt (Jonathan Hyde) sedang syuting Alana (Robin Williams) di akhir film.

Saat Alan mengucapkan “Jumanji”, permainan dihentikan dan ia mengembalikan bola yang berada sangat dekat dengan wajahnya ke papan Van Pelt.

4. Karakter sepenuhnya CGI

Terminator 2: Judgment Day (1991) sering dianggap sebagai film pertama yang berhasil menciptakan karakter CGI berupa T-1000 (Robert Patrick) yang tubuhnya terbuat dari logam dan dapat dipadatkan.

Bahkan, film Young Sherlock Holmes (1985) pun mampu melakukan hal serupa berkat sosok seorang ksatria berbahan kaca patri. Grafiknya cukup bagus untuk saat itu dan sama sekali tidak terlihat seperti efek CGI yang menyenangkan.

Lho geng, bikin bule CGI itu cuma butuh waktu enam bulan di film cuma 30 detik lho.

5. Tembakan tunggal

Film 1917 (2019) mendapat banyak pujian sebagai salah satu film fiksi terbaik, bahkan memenangkan Academy Award untuk Sinematografi Terbaik.

Padahal, hasil film tersebut merupakan gabungan dari beberapa pengambilan gambar pendek yang berbeda. Sementara itu, Timecode (2000) mengadopsi teknik pengambilan gambar tunggal selama lebih dari 90 menit siaran.

Video ini menampilkan empat adegan secara bersamaan menggunakan metode layar terbagi. Bahkan, keempatnya juga syuting di waktu yang sama, geng.