Mengenal Lebih Dalam Tentang Depo Kontainer

Mengenal Lebih Dalam Tentang Depo Kontainer

Futatsunonamae – Depo container adalah tempat menyimpan container kosong ataupun kontainer bekas, tempat pembersihan, perbaikan container atau tempat melakukan survey container saat container masuk atau keluar. Fungsi container jenis ini adalah menyiapkan container yang akan digunakan eksportir untuk keperluan ekspor barang sesuai standar Institute of International Container Lessors (IICL). Depo cotainer saat ini memiliki peran penting dalam kegiatan perekonomian khususnya kegiatan ekspor dan impor, untuk kelancaran arus peti kemas dan lalu lintas barang, serta untuk mengefektifkan rantai pasok khususnya dalam perdagangan internasional. Peran depo peti kemas dalam sistem logistik nasional adalah untuk mendukung pengelolaan dan pengelolaan perdagangan yang efisien. Sebagian besar pemilik barang yang barangnya akan diimpor dari luar negeri ke dalam wilayah pabean Indonesia pastinya menyewa container bekas dari perusahaan pelayaran. Dalam dunia perkapalan, pengelolaan container kargo ini biasanya dipercayakan kepada pihak ketiga yaitu perusahaan yang khusus bergerak di bidang pengelolaan container kargo, biasa disebut dengan operator depo atau depo container kargo.

Depo peti kemas juga adalah salah satu mata rantai dalam rantai pasok yang sangat penting untuk melengkapi rantai pasok dari produsen hingga konsumen. Depo container digunakan untuk penyimpanan, penumpukan, pembersihan / pencucian, perawatan, perbaikan peti kemas, pemuatan (pengisian), sirup dan kegiatan lain yang mendukung kelancaran penanganan. Perusahaan penyimpanan kontainer menyediakan layanan penyimpanan dengan proses pemeliharaan / perbaikan kontainer tersebut. Dalam prosesnya, bisnis angkutan truk diangkut dari terminal operator pelabuhan (terminal truk) ke pelabuhan awal ke pabrik pengiriman atau gudang. Selanjutnya setelah proses bongkar muat barang impor, peti kemas akan disimpan di depo peti kemas terdekat atau rekanan pengiriman sendiri untuk dibersihkan, diperbaiki jika rusak dan dipastikan benar untuk digunakan selanjutnya. Biasanya peti kemas ini disimpan di depo rata-rata 4-8 minggu sebelum akhirnya digunakan untuk ekspor. Hal ini dimaksudkan agar para pengganggu tidak lagi harus mencari peti kemas untuk disewakan atau digunakan untuk kegiatan ekspor.

Setelah dilakukan pemesanan untuk ekspor maka selanjutnya kontainer harus dikembalikan ke pabrik tempat pengantar membongkar barang untuk dibongkar. Kontainer tersebut kemudian dikembalikan ke pelabuhan tujuan untuk dimuat ke kapal. Dilihat dari aktivitas peti kemas kargo di atas, dapat disimpulkan bahwa peran peti kemas tidak hanya sebagai fasilitas penyimpanan, pemeliharaan dan perbaikan peti kemas kosong, tetapi untuk mengefektifkan dan mengefektifkan rantai pasok, termasuk kelancaran bongkar muat proses, kelancaran arus barang ke pelabuhan, serta untuk memperlancar dan memperlancar kegiatan ekspor dan impor juga berperan dalam memitigasi arus lalu lintas untuk mengatasi kemacetan.

Selain itu, depo peti kemas berperan dalam mengurangi waktu pemindahan rumah atau peti kemas dari pelabuhan. Untuk itu diperlukan manajemen yang efisien agar peti kemas atau peti kemas berpindah dengan cepat dari pelabuhan ke pelanggannya. Waktu tinggal yang lama mempengaruhi kepadatan kontainer atau kontainer dalam stok dan memiliki efek material yang merugikan pada produktivitas terminal dan kapasitas penetrasi kontainer.

Industri peti kemas kargo ini juga merupakan bagian penting dari pergerakan ekonomi yang ada di Indonesia karena realita saat ini sekitar 75% peti kemas muatannya melintasi Indonesia. Perusahaan pelayaran dan pemilik barang sangat terbantu dengan adanya depo peti kemas, karena jika tidak ada depo maka akan terjadi penghambatan pada kegiatan ekspor dan impor yang akan dilakukan.